Those who are afraid to fall, will never fly

HARGA ATAS WAKTU


Tidak ada harga atas waktu, tetapi waktu sangat berharga. Memiliki waktu tidak akan menjadikan kita kaya, tetapi menggunakan waktu dengan baik adalah sumber dari semua kekayaan.

GIMANA SIH,..KAN SAYA SUDAH MENGANGSUR SELAMA 3 TAHUN KOK SALDONYA NGGAK TURUN-TURUN…? BANK MAU NGAKALIN NASABAH YA……..!!!!!


Itu kemungkinan yang bakal dilontarkan oleh nasabah ketika suatu saat nasabah mendapatkan laporan / statement dari bank tentang posisi kreditnya , atau bahkan hal ini telah terjadi…?
Hal ini tentu bisa terjadi karena pada saat awal sebelum realisasi kredit, nasabah tidak mendapatkan penjelasan yang cukup mengenai metode angsuran, atau bahkan tenaga sales/marketingnya tidak menjelaskan sama sekali , bisa karena lupa atau sama sekali tidak tahu.
Sebagai orang bank, hendaknya kita dapat menjelaskan secara baik dan benar mengenai sistem angsuran yang digunakan, serta kita harus paham bagaimana cara menghitung angsuran.
Terus terang saya pernah suatu saat ditelpon oleh salah seorang Branch Manager sebuah bank yang cukup besar gara-gara ada pertanyaandari calon nasabahnya yaitu: “INI ANGSURAN BULANAN BERASAL DARI MANA, DAN CARA MENGHITUNGNYA BAGAIMANA”?
Si Branch Manager tidak bisa menjelaskan pertanyaan tersebut, dan bertanya ke anak buahnya (marketingnya) dan jawabnya : Ya pokok nya ya seperti itu, soalnya sudah dari sananya seperti itu.
Waduh,…………gubraakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk.  Naif sekali ya,..pegawai bank yang setiap hari menawarkan kredit tetapi tidak bisa menjelaskan mengenai angsuran. Sungguh ironi dan memalukan.
Bagaimana menjawab kedua permasalahan tersebut diatas?
Ya,.kita harus memberikan pengertian kepada nasabah ini mengenai angsuran dengan bahasa yang sederhana, karena belum tentu nasabah akan mengerti bila menggunakan istilah-istilah perbankan.
Kita harus memberikan pengertian bahwa Angsuran yang dibayarkan setiap bulannya adalah terdiri dari porsi pokok dan porsi bunga.
Secara umum ada 2 metode dalam perhitungan bunga yaitu efektif dan flat. Namun dalam praktek sehari-hari ada modifikasi dari metode efektif yang disebut dengan metode anuitas.
Saya mencoba untuk membahas konsep dengan metoda anuitas dan untuk memudahkan pemahaman konsep metode perhitungan bunga anuitas , dapat diilustrasikan sebagai berikut:
Metode Efektif  Anuitas (effective annuity)
Pada metode ini jumlah angsuran yang dibayarkan setiap bulan akan selalu sama (dengan asumsi tidak ada kenaikan suku bunga), oleh karena itu metode ini disebut juga metode EMI atau Equated Monthly Installment.
Telah dijelaskan diawal bahwa Angsuran yang dibayarkan setiap bulan itu terdiri dari porsi pokok dan porsi bunga. Besarnya porsi bunga setiap bulan akan berubah tergantung dari besarnya saldo.
Dari gambaran diatas, maka Angsuran perbulan dapt dituliskan dengan rumus sbb:
A = P + i
Dimana
A= Angsuran perbulan, P= Porsi Pokok yang dibayarkan setiap bulan dan i= Porsi bunga yang dibayar setiap bulan
Sedangkan rumus matematika mencari angsuran dengan metode bunga efektif anuitas adalah sebagai berikut:
P x (i/12) x (1 + i/12)^tx12
———————————-
{ (1 + i/12)^tx12 } - 1
Misalnya :
KPR = Rp. 100.000.000 I = 7,99% per tahun   t= 10 tahun
maka dengan menggunakan rumus tersebut diatas didapatkan  Angsuran per bulan sebesar Rp.1.212.748
Sedangkan rumus untuk  perhitungan porsi bunga adalah sbb:
Bunga = SP x i x (30/360)
SP = saldo pokok pinjaman bulan sebelumnya,
i =suku bunga per tahun,
30 = jumlah hari dalam 1 bulan,
360 = jumlah hari dalam 1 tahun.
Dengan rumus diatas, maka beban bunga (porsi bunga) yang harus dibayar oleh nasabah pada bulan I (pertama)  adalah:
Bunga = 100.000.000 x 7,99% x ( 30/360) =665.833.
Bagaimana dengan besar nya porsi pokok?
Dengan rumus Angsuran A = P + i , maka porsi pokok yang dibayarkan pada bulan I (pertama) adalah:
1.212.748 = P + 665.833 à P= 1.212.748 – 665.833 =   546.914
Berapa Saldo pinjamannya?
Saldo pinjamannya sebesar Rp 100.000.000 – Rp 546.914 =Rp 99.453.086
Mari sekarang kita hitung beban bunga (porsi bunga ) di bulan ke dua:
Bunga = SP x i x (30/360)
Bunga = 99.453.086 x 7,99% x (30/360) = 662.192
Porsi Pokok = 1.212.748 – 662.192 =   550.556
Saldo Pinjaman = 99.453.086 – 550.556 = 98.902.530
Dan seterusnya hingga di bulan ke 120 à karena jangka waktunya 10 tahun
Dari perhitungan – perhitungan tersebut diatas maka dapat kita buat tabel sebagai berikut:

Bulan ke Angsuran Porsi Bunga Porsi Pokok Saldo Pinjaman
0 100.000.000
1 1.212.748 665.833 546.914 99.453.086
2 1.212.748 662.192 550.556 98.902.530
3 1.212.748 658.526 554.222 98.348.308
4 1.212.748 654.836 557.912 97.790.397
5 1.212.748 651.121 561.627 97.228.770
6 1.212.748 647.382 565.366 96.663.404
7 1.212.748 643.617 569.130 96.094.273
8 1.212.748 639.828 572.920 95.521.354
9 1.212.748 636.013 576.735 94.944.619
10 1.212.748 632.173 580.575 94.364.044
11 1.212.748 628.307 584.440 93.779.604
12 1.212.748 624.416 588.332 93.191.272
13 1.212.748 620.499 592.249 92.599.023
14 1.212.748 616.555 596.192 92.002.831
15 1.212.748 612.586 600.162 91.402.669
16 1.212.748 608.589 604.158 90.798.510
17 1.212.748 604.567 608.181 90.190.330
18 1.212.748 600.517 612.230 89.578.099
19 1.212.748 596.441 616.307 88.961.793
20 1.212.748 592.337 620.410 88.341.382
21 1.212.748 588.206 624.541 87.716.841
22 1.212.748 584.048 628.700 87.088.141
23 1.212.748 579.862 632.886 86.455.256
24 1.212.748 575.648 637.100 85.818.156
25 1.212.748 571.406 641.342 85.176.814
26 1.212.748 567.136 645.612 84.531.202
27 1.212.748 562.837 649.911 83.881.291
28 1.212.748 558.510 654.238 83.227.053
29 1.212.748 554.153 658.594 82.568.459
30 1.212.748 549.768 662.979 81.905.480
31 1.212.748 545.354 667.394 81.238.086
32 1.212.748 540.910 671.837 80.566.249
33 1.212.748 536.437 676.311 79.889.938
34 1.212.748 531.934 680.814 79.209.125
35 1.212.748 527.401 685.347 78.523.778
36 1.212.748 522.837 689.910 77.833.868
Dari tabel diatas maka dapat dilihat bahwa porsi bunga semakin lama akan semakin
kecil (menurun) dan besarnya tergantung pada saldo pinjaman. Diawal akan terlihat porsi bunganya lebih besar dari pada porsi pokok nya, hal ini karena saldo pinjamannya juga masih cukup besar. Sedangkan faktor pengurang Saldo pinjaman yaitu porsi pokok diawal masih kecil. Dengan demikian saldonya juga masih cukup besar
Coba perhatikan dalam tabel tersebut yaitu di bulan ke 36, Saldo pinjaman sebesar Rp
77.833.868, ini arinya bahwa selama 3 (tiga) tahun penurunan pokok hanya sebesar Rp. 22.166.132
Tabel tersebut bila diteruskan hingga ke bulan 120, maka saldo pinjamannya akan menjadi 0
Bagaimana apakah masih bingung menjawab dan menjelaskan kepada nasabah?
Semoga saja artikel tersebut diatas dapat bermanfaat dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan nasabah seputar bunga dan angsuran kredit.
Wassalam
Dwi Nindyatono

XL oh XL


Sudah hampir 2 bulan ini pelayanana komunikasi terutama kualitas untuk voice(telpon) dari XL sangat buruk sekali, komunikasi sering putus, suara seperti robot, bunyi tang ting tung, sangat mengganggu dalam berkomunikasi. Saya tidak tau harus gimana. Mungkin pada akhirnya harus pindah ke operator lain. Wahai XL..pelayanananmu yang begitu buruk terutama kualitas suara, tidak seperti janji manismu dalam iklan.

STREET CHILDREN ATAU CHILDREN ON THE STREET..?


Sepintas kedua kata-kata tadi hanya dibolak balik saja , tetapi yang jelas mempunyai makna yang berbeda.

 

Apa sebenarnya yang sebenarnya terjadi dengan judul tersebut diatas?

 

Sering kita lihat dalam keseharian ketika kita naik kendaraan, baik kendaraan pribadi ataupun kendaran umum, pemandangan yang terlihat di banyak titik di jalanan, tidak hanya di Jakarta tetapi hampir terjadi di kota-kota besar diseluruh Indonesia, yaitu beraktivitasnya anak-anak di jalanan.  Entah yang mengamen, membersihkan kaca-kaca mobil, meminta-minta, atau hanya sekedar bermain-main.

 

Ya,..apakah itu yang disebut anak jalanan atau apa? Karena apa mereka dijalan? Apakah memang tidak mempunyai rumah? Atau sebenarnya mereka mempunyai rumah dan hidup dengan orang tuanya ? Lalu mengapa mereka dijalanan? Apakah sekedar mencari uang untuk makan? Atau memang sengaja di eksploitasi oleh orang tuanya atau orang lain untuk mengumpulkan uang?

 

OK ,.kita balik ke judul diatas….

Pengertian STREET CHILDREN, menurut saya adalah anak-anak yang memang benar-benar ”They who have nothing”, Mereka yang mungkin bersama orang tuanya tidak memiliki tempat untuk berteduh, sehinga segala aktifitasnya dilakukan dibawah kolong langit. Makan di pinggir jalan, tidur di emperan toko, mencari uang di sepanjang jalan, bahkan bermain-mainpun di jalanan. Sungguh ini sangat mengenaskan.

 

Lalu apa yang dimaksud dengan CHILDREN ON THE STREET..? Menurut saya ini adalah anak-anak yang hidupnya dijalanan yang dilakukan secara sadar dan sengaja. Saya sangat yakin mereka memiliki tempat tinggal, mungkin bersama orang tuanya atau saudaranya atau bahkan ditampung oleh orang-orang yang memang sengaja akan memanfaatkan anak-anak ini. Anak-anak ini biasanya sengaja dieksploitasi oleh orang tuanya untuk mencari uang, atau mungkin oleh suatu kelompok yang sengaja di eksploitasi untuk mencari uang di jalanan. Hmmm..ini mafia.

 

Masih ingat akan kata-kata “Anak miskin dan terlantar dipelihara oleh Negara” ? ya  itu ada di  UUD 45 pasal 34.  Lalu kita bertanya lagi kepada siapa amanat yang ada UUD 45  itu ditujukan ? untuk golongan yang mana?  Street Children atau Children on street…?

 

 

Wassalam

 

 

Dwi Nindyatono

Subsidi Terus..? Terus ,..subsidi?


PREMIUM ADALAH BBM BERSUBSIDI HANYA UNTUK GOLONGAN TIDAK MAMPU.

Hahahah,…terus terang tulisan yang saat ini terpampang dihampir semua SPBU membuat saya jadi geli kadang tertawa sendiri.

Siapa sih yang disebut golongan tidak mampu ?

Trus kalo ada golongan yang tidak mampu, ngapain ya beli BBM..? lha wong mobil atau motor aja tidak punya?

Temen saya bilang,.ohh itu lho premium hanya untuk angkot atau mikrolet.  Lha..gimana nih. yang punya punya angkot atau microlet apalagi lebih dari 2 armada,.kira-kira dari golongan yang mampu atau tidak sih?

OK ok,.memang penuh dengan perdebatan.

Sebetulnya kalo mau dikaitkan ya terkait, kalo golongan tidak mampu, memang betul tidak punya mobil atau motor, sehingga sebagai sarana transportasi akan menggunakan angkot atau mikrolet yang tentu saja harus membayar sejumlah ongkos. kalau angkot atau mikrolet harus beli BBM jenis pertamax 92 yang harganya Rp 8.600, berapa ongkos yang harus dikeluarkan dibanding bila angkot tersebut mengkonsumsi BBM premium yang harganya Rp 4.500,-

Tetapi kalau pola subsidi seperti ini diteruskan,.sampai seberapa lama pemerintah akan kuat menanggung beban subsidi? tetapi dilematis juga bila subsidi dihentikan, dengan serta merta pasti akan mendorong kenaikan harga, terutama barang dan jasa sebagai faktor produksi. kalau sudah begini bayangkan saja inflasi akan jadi berapa..

Pusing memang mengurus negara ini.. maju kena mundur kena. (hehehe emang enakkkk).

Tetapi seharusnya negara ini bisa dikelola perekonomiannya dengan baik. Negara ini mempunyai presiden seorang DR, yaitu pak Susilo Yudoyono, negara ini juga mempunyai pak Hatta Rajasa sebagai menko perekonomian, juga memiliki pak Agus Marto sebagai Menkeu. Wah lengkaplah orang-orang hebat yang memiliki kompetensi yang cukup ini untuk memperbaiki kondisi perekonomian Indonesia untuk menuju yang lebih bagus.

Tapi,….kok masih begini ya?

Membiarkan subsidi BBM secara terus menerus, menurut saya bukan tindakan yang baik, justru ini akan meninabobokan masyarakat. tetapi kalo tidak disubsidi, daya beli masyarakat yang akan menurun drastis karena kenaikan harga yang melejit (walahhh kok ruwet yaaa).

Rasanya sih pemerintah harus transparan sekali soal ini. Seharusnya subsidi BBM itu dikurangi secara gradual tetapi harus jelas targetnya sampai kapan subsidi berhenti. Secara paralel pemerintah juga mendorong dan menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih layak, sehingga akan menggeser golongan yang dikatakan tidak mampu akan bisa  mandiri dan pada saatnya akan lebih mampu.

Ya silakan dipikir pak,.karena bapak2 para pemimpin sudah dipilih oleh rakyat dan sudah menentukan pilihan untuk mengabdi kepada negara dan masyarakat.

 

wassalam

 

Antara Angkak dan Demam Berdarah..(benarkah berkaitan..?)


Minggu pagi anakku yang nomor dua mengeluhkan kepala pusing badan pegal-pegal serta demam. Ku pegang kepalanya memang benar adanya,..panas, dan saya coba cek dengan termometer, ternyata angkanya melebihi 39 derajat celcius.

 

Pagi itu kubawa langsung ke UGD  rumah sakit terdekat di Puri Cinere, dan memang benar panas suhu tubuhnya cukup tinggi, kemudian dilakukan pengecekan, dan diberikan obat turun panas. Dengan harapan akan mereda, maka kubawa pulang lagi ke rumah. Tetapi sore hari bukannya mereda panasnya, malah makin tinggi…wah tidak mau berspekulasi, kularikan lagi ke UGD dan aku minta ke dokternya supaya dirawat dan diperiksa secara intensif. Dokter kemudian melakukan pemeriksaan darah untuk diketahui apakah ini thypus atau demam berdarah. Setelah dilakukan pemeriksaan darah  ternyata anakku positif terserang deman berdarah alias DB, tetapi thypusnya negatif.

 

Hari pertama diambil darahnya untuk mengetahui jumlah thrombosit, ternyata turun menjadi 170 ribu, hari berikutnya turun lagi drastis menjadi 70, kemudian turun lagi menjadi 42 ribu, dan terakhir turun  lagi menjadi 39 ribu. Wah agak panik juga melihat kondisi anakku, tetapi secara fisik kondisi anakku terlihat baik-baik saja hanya saja memang suhu tubuh belum normal alias naik turun.

 

Banyak sekali teman-teman yang menyarankan untuk diberikan angkak supaya menaikkan thrombosit, tapi aku antara percaya dan tidak percaya.  Lalu ku bertanya kepada dokter internis yang merawat anakku, dan dia bilang bahwa tidak ada hubunganya antara minum angkak dengan menaikkan jumlah thrombosit. Pada fase tersebut memang cenderung thrombosit itu turun.

 

Pada pasien demam berdarah itu, jumlah thrombosit akan turun akibat keluar dari aliran darah. Tetapi jika kondisi pasien sudah membaik, maka dengan sendirinya thrombosit akan masuk kembali dalam aliran darah dan jumlahnya kembali normal.

Yang penting kata dokter menjaga kestabilan pasien, yaitu tekanan darah normal, asupan makan dan minum cukup. Karena sudah ditangani oleh dokter di rumah sakit dan dipantau secara ketat, maka saya menjadi yakin.

 

Saat ini fase kritis telah dilewati, dan leukosit sdh mulai meningkat, diiringi dengan peningkatan pada jumlah thrombosit. Alhamdulilah sebentar lagi anak saya bisa pulang ke rumah.

 

Tetapi rasa penasaran saya terhadap angkak masih belum hilang, karena hampir semua teman saya menganjurkan untk mengkonsumsi angkak. Lalu saya googling apa sih sebetulnya angkak itu..?

 

Ternyata sampai saat ini belum ada penelitian secara ilmiah atau penelitian secara farmakologi mengenai  hubungannya minum angkak dengan peningkatan thrombosit pada penderita demam berdarah.

 

Menurut dokter, bahwa angkak itu merupakan hasil fermentasi beras merah dengan menggunakan kapang monascus purpureus. Didalam angkak itu terdapat kandungan kelompok statin, yaitu lovastatin yang merupakan komponen bio aktif untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Komponen tersebut bermanfaat  sebagai inhibitor dari enzim HMG-CoA yang bekerja membentuk kolesterol dalam hati, sehingga pembentukan kolesterol dapat dicegah.

 

Wahh,..malah justru angkak ini bermanfaat untuk kolesterol kalau begitu.

 

Kata dokter pula, tidak semua orang boleh mengkonsumsi angkak. Orang yang sedang mengkonsumsi obat aspirin, ginko-biloba, obat anti agregasi thrombosit atau cenderung mengalami pendarahan tidak boleh sama sekali mengkonsumsi angkak, karena justru dapat memicu terjadinya pendarahan yang lebih parah.

 

Ohhhhh gitu ya,..makanya dokter tidak menganjurkan pasien demam berdarah mengkonsumsi angkak. Dengan angkak atau tidak, thrombosit pasien bisa kembali normal dengan banyak minum apapun

 

Wah kalau begitu telah terjadi salah kaprah. Bahwa dengan minum angkak, pasti thrombosit pasien demam berdarah akan naik… padahal tidak benar. Malah angkak lebih bermanfaat bagi penderita kolesterol….. heheheheh…

Wahhh  salah ,..deh salah kalo begitu selama ini pemahaman tentang angkak.

 

Bagi penderita demamberdarah yang diperlukan adalah tetap mengkonsumsi cairan yang cukup, baik air putih, teh, jus buah atau cairan lainnya. Hal ini penting karena untuk mencegah dehidrasi yang dapat membuat pembuluh darah mengecil dan dapat berakibat fatal.

 

Untuk itu saya berpesan pada teman-teman, bila kita, anak, keluarga atau sodara kita  terserang demam tinggi , waspada yg nomor satu adalah cepat ke dokter, ikuti petunjuknya, jangan panik, makan yang cukup (biar gak enak dipaksa aja), minum yang banyak, dan istrirahat yang cukup.

Wassalam

dwi nindyatono

TERGUSURNYA PARA AHLI HISAP,…


Terhitung mulai tanggal 1 November 2010, gedung dimana saya bekerja, yaitu di sentra mulia , dimana-mana terpampang larangan merokok. Ini sebagai realisasi dari keputusan gubernur DKI. Tanpa kecuali termasuk di basement tempat parkir mobil, dimana disitu terletak juga kantin.

 

Kantin itu setiap pagi penuh dengan para karyawan yang ingin sarapan pagi, ngopi, atau sekedar kongkow sebelum memulai aktivitas kerjanya, tentu saja dengan aktivitas menghisap rokok. Berbagai macam merek rokok yang dihisap dengan berbagai macam aroma menambah penuh sesak asap yang ada diruangan kantin, meski ada exhause-nya tetap saja asapnya kelewat banyak. Saya sendiri pelanggan di kantin itu terasa sesak napas bila para ahli hisap melakukan aktivitasnya disitu, padahal dulunya saya mantan perokok berat, istilahnya adalah chain smoker atau perokok rantai, yaitu menghisap rokok secara terus menerus tanpa henti ketika sedang asyik ngobrol, bak seuntai rantai melingkar yang tidak terputus.

 

Tapi,.saat ini kondisinya beda, di kantin tersebut bersih dari asap rokok dan rasanya suasana jadi lebih fresh, tetapi bukan saja sepi dari asap, tetapi sepi juga dari pelanggan yang setiap pagi nongkrong disitu. Kemanakah mereka? Ternyata para ahli hisap ini tergusur, dan melaksanakan aktivitasnya di luar gedung di pinggir-pinggir jalan, wah jadi rame kalo pagi disana. Para pedagang kaki lima yang menjajakan makanan dan minuman jadi terkena imbas….laris. Tetapi yang di basement dan yang ada di lantai 4 harus meringis ditinggalkan para pelanggan gara-gara disana sudah tidak boleh merokok. Satu sisi ada yang rugi satu sisi ada yang diuntungkan. Itu dari sisi pedagang.

 

Terlepas dari pro dan kontra merokok, atau untung ruginya, menurut saya menjadi ahli hisap itu lebih banyak mudaratnya dibandingkan manfaatnya. Saya sendiri merasakan hal itu, misalnya kita bisa tidur pulas, bangun pagi lebih fresh, napas jadi lebih segar, dan yang jelas badan tidak bau rokok. Wahh sorry saya tidak akan membicarakan mudarat dan manfaat disini, karena saya yakin teman-teman saya yang masih menjadi ahli hisap itu dengan teramat sangat sadar dan mengerti pasti sudah tahu akan hal itu. Tapi ya dengan alasan itu adalah hak individu untuk merokok,.ya silakan saja itu pilihan kok. Tapi juga perlu diingat juga bahwa manusia-manusia yang lain yang bukan ahli hisap juga punya hak individu untuk mendapatkan udara bersih dan segar guna bernapas. Nahh lhooo gimana tuhhh.

 

Bagi para ahli hisap terkadang berpendapat, kalo rokok itu dilarang, maka gimana dengan pabrik rokok? Tentu akan menurun produksinya, terus kalo produksinya turun terus, gimana dengan pegawainya, banyak PHK, terus penerimaan pajak dari cukai rokok berkurang, bla,.bla..bla…Agrhhhhhhhh ini lebay.com kaliiiii. Saya rasa itu pendapat berlebihan. Aturan laranga rokok dibuat dengan tujuan baik, tidak serta merta akan secara linear menurunkan produksi rokok, karena saya yakin para ahli hisap juga belum tentu mengurangi konsumsi rokoknya. Jadi ya,..so-so aja kalo menurut saya. Tetapi kenyataan yang harus didapat para ahli hisap tentunya makin tergusurnya tempat-tempat mereka untuk menikmati rokoknya. Heheheh,.gak apa ya,.soalnya saya dan yang lain yang bukan ahli hisap juga butuh udara segar nih,..bagi-bagi ruang ya mas….hihihihi

Bagaimana pendapat temen-temen? Silakan berpendat sendiri-sendiri dan sah-sah saja kok.

 

Semoga bermanfaat.

 

Wassalam

 

 

dwi nindyatono


www.tips-fb.com

Takut atau Ketakutan…?


Pernah pasti kita mengalami hal itu. Takut atau ketakutan,..dua kata yang memiliki kata dasar takut tetapi memiliki makna yang berbeda.

Takut,.bisa jadi kita takut melakukan sesuatu perbuatan atau aktivitas karena sudah terpikir akan akibatnya. Sedangkan ketakutan biasanya terjadi setelah perbuatan atau kejadian itu dilakukan. Ketakutan karena telah mencuri, membunuh, menyakiti temannya dan lain-lain. Takut adalah kondisi emosi yang paling negatif. Ada satu takut yang baik, yaitu takut kepada Allah swt.  Saya tidak akan membahas arti keduanya, tapi yang lebih penting,.gimana membuang rasa takut.

Hal yang menjadi pemicu takut biasanya adalah akan terjadinya kegagalan yang dipikirkan diawal. Takut berbisnis, karena takut akan merugi, takut kehilangan uang dan akhirnya jatuh miskin. Tapi apakah semua yang dipikir diawal itu akan terjadi? Belum tentu juga.

Jadi,..orang itu takut karena kemungkinan berpikir akan akibat buruk dan persepsi terhadap kemampuan diri sendiri yang tidak ada. Kadang belum-belum kita sudah membayangkan yang buruk-buruk bakal terjadi,.berprasangka yang bukan-bukan, mencoba merekaya suatu kejadian yang belum tentu terjadi, dan akhirnya meng-generalisir segalanya.

Saya yakin hampir semua dari kita ini pernah mengalami hal semacam ini, akibatnya akan timbul rasa tidak percaya, baik pada diri kita sendiri maupun kepada orang lain. Kalau itu menjadi pemicu rasa tidak percaya diri, akibatnya kita akan selalu menjadi orang yang tidak berani, minder dan lain sebagainya. Ini bisa jadi akan berpengaruh buruk bagi kehidupan baik sebagai makhluk individu atau makhluk sosial. Bayangkan kalo ini terjadi di dunia kerja..atau coba kalau di kantor kita punya anak buah atau atasan yang typical nya seperti ini. Hmmm …kacau kan…?

Adalagi rasa takut atau ketakutan  kita yang bisa menjadi penyebab rasa tidak percaya kepada orang lain. Ini juga seringkan terjadi pada kita? Kita takut kalo pasangan kita selingkuh karena kalau pulang kerja selalu malam terus, kita takut kalo pasangan kita tidak setia, kita takut kalau pasangan kita temannya banyak, nanti bisa-bisa main mata. Huhhh segudang rekayasa yang ada di benak seseorang ini akhirnya akan menghambat dan memblok pikiran-pikiran positif kita. Apa betuk hal itu terjadi? Jawabanya bisa iya bisa jadi tidak. Tergantung bagaimana kita menyikapi hal tersebut.

Coba kita list down bentuk-bentuk kemungkinan buruk yang bakal terjadi bila kita akan melakukan sesuatu. Apakah kemungkinan buruk itu akan secara signifikan mempengaruhi perilaku kita atau tidak,..buatlah skalanyanya. Cari referernsi atau rujukan akan akibat-akibat buruk tadi.

Coba kita renungkan solusi atau langkah apa yang akan kita ambil untuk mengatasi hal-hal buruk yang kita pikirkan tadi. Saat kita memikirkan hal buruk, kemudian kita bisa berpikir dengan jernih solusi apa yang akan diambil, apakah kita sanggup mengatasinya? Bila sanggup itu artinya tidak ada yang perlu ditakutkan, maka laksanakan.

Bagaimana bila ternyata kita tidak sanggup mengatasinya..? Itu artinya ada permasalahan pada rasa percaya diri kita. Artinya kita harus sanggup menambah rasa percaya diri kita untuk bisa mengatasi segala macam rasa takut dan keraguan.

Makanya ,.gimana sih mengungurangi rasa takut itu…? Setiap kita menghadapi permasalahan untuk kemudian kita harus bertindak, jangan berlebih-lebihan kita memikirkannya (jangan lebay gitu lohhh), bangun rasa percaya diri untuk bisa mengatasi masalah, dan terakhir berpikiran positif.

Allah telah memberikan kepada manusia adalah akal untuk berpikir. Nah itu dia,..gunakanlah.

Ketika kita meminta kepada Allah akan keberanian, maka Allah akan memberikan kita permasalahan dan bahaya,..karena kita punya akal untuk mengatasinya.

Semoga bermanfaat

Wassalam

 

dwi nindyatono

Jadi kita sendiri………..


Harumnya kopi pahit yang menemaniku setiap pagi memberikan inspirasi, meski tidak setiap inspirasi bisa kutuangkan dalam tulisan.

Kopi yang terlihat hitam legam tetapi memberikan aroma harum ketika diseduh dengan air panas membuat badan terasa fresh ketika di “sruput” pelan-pelan. Hmm….nikmat.

Seteguk kopi telah membasahi kerongkonganku membuat aku menjadi diriku sendiri . Ya menjadi diri sendiri…(lha dari dulu menjadi siapa ya,..hehehe).

Mungkin kita sudah paham atau bahkan bosan dengan nasihat “ jadilah diri sendiri

Apasih yang terkandung dan termuat dalam rangkaian kata itu? Apa makna dibalik semuanya? Apakah selama ini kita tidak menjadi diri kita sendiri? Lalu menjadi siapa kita?

Menjadi siapa kita,…? kalau kita pemain sinetron itu akan tergantung dari peran yang diberikan oleh sutradara kepada kita, apakah menjadi pemain yang antagonis, atau bukan..tinggal mempelajarinya dari naskah yang disodorkan pada kita. Apapun peran yang kita perankan dalam sinetron adalah suatu kepura-puraan belaka, suatu peran palsu yang harus kita jalankan dalam cerita yang kita jalankan.

Bagaimana sih menjadi diri sendiri? Susah -susah gampang atau  gampang-gampang susah.. untuk menjadi diri sendiri  yang mempunyai kelebihan dan keunikan dibanding orang lain.  Akan tetapi nyatanya , kita bisa menjadi diri sendiri, kita bisa memiliki kelebihan di bidang yang kita geluti dan memancarkan keunikan karena kita berbeda dari orang lain. Bagaimana caranya…?

Salah satunya adalah mensyukuri apa keadaan kita saat ini.   Susah ya…?

Kita harus percaya bahwa sebagai manusia, kita dikaruniai keunikan, kelebihan dan talenta untuk hidup dan berkembang. Itu yang harus kita harus syukuri ,  lalu menggunakan karunia itu untuk menciptakan keberhasilan dan kebahagiaan dengan cara kita sendiri. Kalau  kita selalu bersyukur dan menjadi diri sendiri,  biasanya orang lain akan senang berinteraksi dengan kita.

Lalu apa lagi…? Yakinlah pada apa yang kita perbuat. Tentu saja perbuatan-perbuatan yang baik yang tidak melanggar norma. Terkadang kita sendiri ragu-ragu untuk memulai sesuatu, padahal kita tahu bahwa apa yang akan kita lakukan itu adalah sesuatu yang baik. Terkadang banyak sekali pertimbangan-pertimbangan, yang pada akhirnya dapat menghambat sendiri. Kenapa…? karena kita kurang yakin apa yang akan kita lakukan.

Selain itu kita juga harus memiliki standar penilaian untuk diri kita sendiri. Siapa sih yang paling tepat untuk melakukan penilaian….? Yang paling tepat menilai diri kita adalah diri kita sendiri. Orang lain memang bisa menilai kita, tetapi pasti tidak sama dengan penilaian kita. Orang akan bisa menilai dengan tepat dan baik ketika kita tahu secara pasti siapa yang akan dinilai. Yang pasti tahu sudah pasti kita sendiri, kita paling tahu akan diri kita sendiri. Memang untuk meraih sesuatu yang lebih baik, selain penilaian dari diri kita sendiri, juga baik pula mempertimbangkan penilaian orang lain, tetapi jangan sampai menghambat arah kesuksesan kita, Karena arah kesuksesan kita adalah kita sendiri yang menentukan.

Semoga bermanfaat

Wassalam

 

Dwi Nindyatono

PERSAINGAN DALAM PEMBIAYAAN RUMAH


Mortgage. …. ya kata itu lekat sekali di telingaku.

Kata itu telah melekat di benakku sejak tahun 1988,…sejak 22 tahun lalu hingga sekarang.

 

Ketika pertama kali , 22 tahun yang lalu kata mortgage pertama kali ku jumpai dalam dunia pekerjaanku. Aku sebagai seorang tukang tagih KPR di lembaga keuangan bukan Bank. Istilah kerennya dalam bahasa Inggris adalah Debt Collector (tolong baca DEBT, huruf  “B” nya tidak usah dibaca ya,..jadi bacanya “det”….heheh masih banyak yg salah sihh bacanya…) pada unit Remedial.

 

Mortgage…mungkin sekarang sudah tidak asing lagi ditelinga orang-orang, apalagi di kalangan pegawai bank ( Insya Allah sihh mereka paham). Beberapa tahun yang lalu di Amerika rame mengenai  Sub-prime Mortgage. … Wahhh apa lagi tuhh.

 

Mortgage dalam terminologi yang sangat sederhana  adalah: suatu pinjaman yang dijamin dengan property dimana bila debitur wanprestasi, maka property akan dilelang untuk melunasi seluruh sisa pinjamannya.

 

Mortgage kemudian diterjemahkan sebagai Kredit Pemilikan Rumah. Istilah KPR ini pertama kali di ciptakan oleh bapak Asmuadji, salah satu mantan dirut BTN (tahunnya saya sudah lupa).

 

Ya KPR ,..hingga kini orang sudah tau pasti apa itu KPR. Gara-gara KPR ini pula maka orang-orang yang tadinya tidak terpikirkan atau terbayangkan bisa beli rumah akhirnya terbantu, dan bisa membeli rumah. Banyak lembaga pemberi KPR saat ini yang bisa dijumpai di Indonesia, mulai dari Bank  Pemerintah, Bank Swasta, hingga Bank Syariah,  dan tidak menutup kemungkinan nantinya Finance Company yang selama ini sebagai sumber pembiayaan Mobil dan Motor, bisa merambah ke dunia per KPR an.

 

Kalau kita bicara KPR, hal yang selalu ada di pikiran kita adalah, berapa ya bunganya,.atau berapa ya angsuran per bulan, susah nggak ya prosesnya…. dan segudang pertanyaan yang saya anggap ini wajar dan sah sah saja karena calon penerima KPR ini akan berhubungan dengan lembaga pembiayaan KPR hingga maksimum  20 tahun. Suatu jangka waktu yang cukup panjang bagi sebuah pinjaman berbasis property, bahkan di Amerika bisa saja sampai 30 tahun.

 

Saat ini banyak sekali Bank-bank di Indonesia yang berlomba mengucurkan KPR dengan berbagai jurus, mulai dengan kerjasama spesial dengan developer dan broker ternama dalam program pemberian subsidi, baik uang muka maupun bunga. Ada juga yang menjanjikan proses cepat dan fleksible, ada juga yang memberikan bunga kredit yang tetap untuk beberapa tahun kedepan sehingga nasabah tidak pusing lagi dengan angsuran dan bunga yang berubah setiap saat.

 

Tapi, janji tinggal janji. Ada sih bank-bank yang commit dengan janjinya, tetapi lebih banyak bank yang tidak commit dengan janjinya. Proses 5 hari kerja, ehhh ternyata bisa sampai 1 minggu, 2 minggu bahkan 1 bulan. Entah apa yang diutak atik sama banknya sehingga proses sedemikian lama yang mengakibatkan nasabah pada bete, juga pada pihak penjualnya, yaitu developer dan broker.  Bank seperti itu cepat atau lambat pasti akan ditinggalkan oleh nasabahnya dan juga akan dijauhi oleh para mitranya, yaitu developer dan broker.

 

Sebetulnya gimana sih kita melihat mortgage loan (KPR) itu, baik dari kacamata nasabah, penjual, maupun bank? Tentu sudut pandangnya akan berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama yang bisa di sinergikan sehingga membentuk simbiosis multualistis. Semua punya kepentingan. Bagi  nasabah, tentunya ingin memiliki rumah sesuai dengan keterjangkauan finansialnya dan proses bisa cepat sehinga memberikan suatu kepastian bagi calon nasabah, apakah harus menambah uang muka bila kreditnya tidak sesuai yang diminta, atau memilih rumah yang lebih sesuai lagi dengan keuangannya, sekaligus menyiapkan biayanya. Memberikan kepastian seperti ini sangat penting supaya nasabah diberikan ruang untuk berpikir dan menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Bank sebetulnya sadar akan hal ini, tapi kadang banyak juga yang gak sadar dan masa bodoh.

 

Dari sisi penjual (developer dan broker) tentu saja ada kepastian bahwa barang dagangannya bisa laku sehingga cashflow perusahaan tidak terganggu. Sedangkan bagi bank tentunya bisa menyalurkan kredit dengan tetap prudent (aman).

 

Kenapa sih kok saat ini masih ada bank-bank yang dalam melakukan proses kredit khususnya KPR memakan waktu yang lama sehingga tidak memberikan kepastian bagi calon nasabahnya, padahal di pasar KPR yang ada saat ini persaingan proses KPR sedemikian cepat., disamping faktor suku bunga yang menjadi perhatian juga.

 

Rasanya tidak salah jika bank memproses KPR itu harus teliti, prudent, karena masalahnya ini kredit jangka panjang hingga 20 tahun. Jangan sampai kredit yang diberikan itu akan menimbulkan kredit macet dikemudian hari gara-gara salah prosesnya. Selain itu juga harus tau bagaimana karakter seorang peminjam, apakah baik atau tidak, tentu saja pihak bank akan melakukan assesment dengan aturan-aturan kredit yang ada.

 

Dalam melakukan proses kredit untuk KPR, sebetulnya faktor utama yang harus dilihat itu apa sihhh…?  Ada 2 faktor utama yang harus dilihat secara simultan, yaitu kemampuan seseorang untuk melakukan pembayaran angsuran bulanan, ini biasanya akan tercermin dari berapa penghasilan setiap bulannya. Beberapa bank menentukan ukuran kemampuan seseorang dalam bentuk Debt Burden Ratio (Ratio Beban Utang). Debt Burden Ratio adalah ratio seluruh kewajiban bulanan  yang saat ini ada dan yang akan diambil dibandingkan dengan total penghasilan nasabah dalam satu bulan,   yang biasanya akan berbeda-beda pada masing-masing bank, dan biasanya bergerak antara 35% hingga 50% .

 

Selain Penghasilan sebagai ukuran, hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah jaminan yang akan diberikan kepada bank. Jaminan yang akan diberikan dalam hal ini pasti sudah jelas, yaitu rumah atau apartemen, atau ruko, rukan.

 

Rumah yang terletak di kawasan perumahan yang strategis, yang dibangun oleh developer ternama, tentunya akan memiliki nilai yang berbeda dibandingkan dengan rumah yang terletak nun jauh dipinggiran kota yang aksesnya sulit, yang dibangun oleh pengembang yang tidak berpengalaman pula.

 

Nah kalau rumah yang tingkat marketabilitanya bagus, maka tentu akan membawa dampak pada nilai jualnya, baik nilai jual baru ataupun nilai jual seken nya.

 

Banyak sekali di Jabodetabek ini pengembang-pengembang yang cukup ternama di lokasi-lokasi yang strategis menjadi mitra bank penyalur KPR. Apalagi dilokasi yang strategis ini tingkat kenaikan harga tiap tahunnya bisa bergerak antara 10% hingga 30%, pasti jadi incaran bank-bank penyalur KPR. Kenapa??? Ya  karena bank-bank tadi sudah pasti tau bahwa nilai properti di kawasan itu sangat bagus dan prospek harga ke depannya akan meningkat terus.  Bank-bank seperti ini juga pasti tau bahwa orang yang beli dikawasan tersebut bukanlah sembarang orang.

 

Seseorang yang membeli rumah melalui KPR biasanya harus menyediakan uang muka sebesar 20%. Tapi apakah hanya itu saja? Tentu tidak, nasabah masih dibebani dengan biaya KPR yaitu provisi, administrasi, notaris, asuransi jiwa kredit dan asuransi kebakaran. Selain itu masih ada lagi pajak yaitu BPHTB (Biaya Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) ini biasanya 5%. Jadi kalo ditotal-total biaaya yang harus disediakan bisa mencapai 30% hingga 35% dari harga rumah yang ditawarkan oleh developer.

 

Nah bank-bank yang berpikiran kritis akan menangkap hal ini, bahwa orang yang menyediakan dana sendiri berkisar antara 30% hingga 35% pasti tidak akan berspekulasi dengan KPR nya. Tidak akan pernah berpikir akan sengaja memacetkan KPR nya. Andai saja disuatu waktu nasabah ini benar-benar mengalami kesulitan hingga cashflownya terganggu, maka dia akan berupaya sedemikian rupa untuk menanggulanginya, dan jangan sampai rumah sebagai tempat berteduh keluarganya disita dan di lelang oleh bank. Pengorbanan nasabah sudah sedemikian besar sehingga sense of belonging akan rumahnya pasti tinggi sekali. Bandingkan bila nasabah hanya membayar DP 5% hingga 10% saja,…terkadang ini yang gampang menyerah.

 

Bank-bank besar yang menjadi mitra developer maupun broker ternama ini dalam melakukan proses underwriting nya (proses kredit) cukup simple dan mudah ketika melihat kemampuan finansial nasabah serta nilai jaminannya yang bagus. Mereka akan memproses dalam hitungan jam atau paling lama 24 jam selesai dan ada keputusan kredit, yaitu ditolak atau disetujui. Hal ini yang membuat nasabah senang, dan penjual rumahpun gembira.

 

Sebaliknya jika ada bank yang masih melakukan proses dan analisa kredit yang sangat rumit, maka kan ditinggalkan. Ada bank yang menganggap Nasabah bagai seorang garong atau maling, sehingga rasa tidak percayanya sangat tinggi, semangatnya bukan memberikan solusi tetapi semangat menolak, oleh karena itu harus dianalisa sedemikian detail , lengkap dan komprehensif.

 

Saya kemudian berpikir, kalau ditengah persaingan yang sedemikian ketatnya, masih ada bank yang berpikiran tidak progressive revolusioner…apakah itu artinya bank tersebut paling pintar sendiri dalam proses kredit atau bank-bank lain yang pada bego-bego dalam menganalisa kreditnya.

 

Bagaimana persepsi anda dengan bank yang tidak progressive revolusioner ini? Silakan berpersepsi sendiri.

 

 

Semoga bermanfaat

 

Wassalam

 

 

 

Dwi Nindyatono